Leader or Manager, Apa bedanya?

Didalam sebuah perusahaan atau organisasi, seringkali kita mendengar istilah “leader” dan “manajer”. Kedua peran ini ternyata mempunyai fungsi masing-masing dalam sebuah struktur manajemen. Apa saja perbedaannya?, dibawah saya akan menjelaskan perbedaan dari kedua posisi ini.

1. Leader melakukan inovasi sedangkan manager mengelola.

Seorang leader  merupakan orang yang visioner. Visioner disini, maksudnya selalu mempunyai visi kedepan untuk kemajuan perusahaan atau organisasi. Leader selalu melihat kedepan, jika perusahaan mencapai target tertentu, seorang leader akan membuat planing baru untuk sebuah pencapaian yang lebih tinggi lagi.

Leader sejati tidak akan pernah puas akan pencapaian perusahaan. Leader selalu membuat target-target baru untuk kemajuan perusahaan. Memang, leader haruslah orang yang mempunyai seribu rencana didalam kepalanya. Leader tidak pandai mengerjakan hal-hal teknis, akan tetapi, leader selalu menggerakan board yang ada dibawahnya untuk menuruti rencana-rencana baru yang ada di kepalanya. Leader juga pandai berimprovisasi dalam menentukan kebijakan tergantung situasi yang dihadapi oleh perusahaan atau organisasinya.

Contoh nyata dari seorang leader ialah Steve Jobs. Dia adalah orang dibalik kesuksesan Apple menguasai pasar smartphone dunia. Steve Jobs selalu mempunyai inovasi-inovasi baru dalam teknologi smartphone, seperti ide untuk membuat smartphone dengan layar sentuh, menjadikan Apple sebagai produsen smartphone pertama di dunia yang menciptakan smartphone dengan teknologi layar sentuh. Bahkan paska kematiannya pun, Jobs sudah meninggalkan banyak ide-ide inovasi yang belum sempat diaplikasikan oleh perusahaannya, dan kini Apple masih berusaha mewujudkan ide-ide dari Steve Jobs.

Sedangkan peran manajer dalam sebuah perusahaan hanya bertugas mengelola karyawan dalam mewujudkan visi dari leader. Manajer tidak melakukan inovasi, karena posisi manajer sendiri ada dibawah leader. Jadi manajer lah yang menjalankan misi dari leader. Manajer mengelola bidangnya masing-masing sesuai dengan porsinya. Seperti yang dilakukan seorang manajer keuangan dalam sebuah perusahaan, dia hanya mengelola bawahannya di dalam divisi keuangan saja agar berjalan sesuai dengan sistem dan target yang diberikan leader.

2. Leader menginspirasi sedangkan manajer bergantung pada kontrol.

Leader sejati selalu menginspirasi para board dibawahnya. Leader adalah seorang motivasi ulung. Leader selalu memberikan motivasi-motivasi baru untuk meningkatkan kinerja board dibawahnya. Jika leader menemukan kinerja bawahannya yang tidak sesuai target, maka leader akan memberikan sebuah pecutan melalui motivasi-motivasi tertentu agar bawahannya kembali bekerja lebih produktif lagi.

Motivasi yang diberikan leader bisa dengan memberikan bonus atau achievement kepada bawahan yang dirasa kurang produktif. Dengan achievement motivation, karyawan akan bekerja lebih giat lagi untuk memenuhi visi dari leader. Leader juga biasanya tidak pernah memuji bawahannya yang mempunyai kinerja bagus. Hal ini dilakukan agar bawahannya tidak terlena oleh pujian yang diberikan leader. Leader biasanya malah menantang bawahan untuk mencapai target baru yang lebih tinggi. Dengan memberikan target tinggi, maka karyawan akan bekerja keras memenuhi target tersebut, sehingga produktivitas karyawan meningkat.

Manajer merupakan orang yang selalu mengelola berdasarkan standar operasional perusahaan. Manajer selalu bergantung pada patokan-patokan tertentu yang diberikan oleh board diatasnya. Manajer bekerja asal divisinya memenuhi target yang diberikan leader saja, sudah cukup. Manajer bekerja dengan prinsip manajemen kontrol. Manajemen kontrol meliputi pengendalian pencegahan, pengendalian deteksi, pengendalian koreksi, pengendalian pengarahan dan pengendalian kompensatif.

Dalam pengendalian pencegahan, manajer melakukan pencegahan dengan mengenali karakter dan integritas bawahannya, misalnya saja manajer bisa mengendalikan bawahannya dengan melihat kejujuran bawahannya dan melihat kompetensi bawahannya, dengan mengenali karakter bawahannya, manajer bisa memastika semua personel bertugas  sesuai dengan perannya. Dalam pengendalian deteksi, manajer bisa mendeteksi kesalahan sedini mungkin dengan mengevaluasi pekerjaan personelnya, seperti mencocokan pembukuan keuangan dengan jumlah kas perusahaan.

Manajer juga bisa meminta rekomendasi auditor dalam pengendalian koreksi untuk memastikan tidak ada kesalahan yang terulang. Dalam pengendalian koreksi, manajer harus bisa memastikan personel tidak mengulangi kesalahannya lagi. Manajer juga bisa melakukan pengarahan langsung untuk melakukan pengendalian pengarahan. Manajer bisa mengawasi kinerja supervisor dan memberikan pengarahan dalam tugas-tugas yang dilakukan supervisor. Manajer bisa langsung turun ke lapangan mengawasi kinerja seluruh karyawan dalam divisinya untuk melakukan pengendalian kompensatif. Pengendalian kompensatif dilakukan untuk memperkuat semua pengendalian yang ada, atau dilalukan jika terpaksa karena pengendalian lain tidak berjalan sebagaimana mestinya.

3. Pemimpin bertanya “what” dan “why” sedangkan manajer bertanya “how”.

Leader selalu bertanya apa hasilnya?, apa target selanjutnya?, mengapa bisa gagal?, mengapa harus melakukan manuver baru?, hal ini karena leader berorientasi pada hasil dan leader selalu memikirkan apa target selanjutanya setelah target sebelumnya berhasil. Leader memang visioner dan selalu berorientasi pada hasil. Akan tetapi leader tidak pernah peduli dengan hasil yang telah dicapai, kecuali jika hasil yang dicapai tidak memenuhi target, maka leader akan bertanya mengapa target tidak dicapai?. Leader cukup mendengarkan penjelasan dari board dibawahnya, untuk menentukan manuver selanjutnya dalam menghadapi persaingan dan mengejar produktivitas.

Manajer ialah orang yang selalu bertanya bagaimana bisa mewujudkan misi dan visi perusahaan?. Manajer merupakan peran yang mengutamakan proses dan kinerja bawahannya agar berjalan sebagaimana mestinya. Manajemen kontrol dan proses pengelolaan selalu menjadi prioritas utama dari seorang manajer. Manajer selalu berpikir bagaimana memenuhi perintah leader, manajer juga selalu berpikir bagaimana agar semua personel bisa bekerja sesuai dengan target dan perannya masing-masing.

Dari penjelasan diatas, diharapkan perbedaan karakteristik peran antara Leader dan Manajer, bisa dipahami dengan baik. Sekian, terimakasih. (SH)

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s